Androgini


Masih setia dengan pembahasan berkaitan dengan "keabnormalitasan", agaknya pembahasan 'abnormal' mengena di hati ku karena beberapa sebab-musabab *yang tidak dapat dijelaskan ^^* kali ini aku bakal mengulas tentang Androgini. *tentunya dengan bahasa informal biar gk berkesan kaku -_-*

Kata itu mungkin masih terdengar asing bagi banyak orang, awalnya aku pun merasa begitu walaupun sudah lama pernah mendengarnya.
Mengetahui definisi dari kata tersebut aku malahan merasa tidak terlalu sulit untuk memahaminya bahkan untuk menemukan objek dari arti tersebut. Tak jauh-jauh dari diriku sendiri *hanya jika kalian mengenal keseharian ku*, aku termasuk salah satu spesies yang secara output mempunyai ID yang 'blur'. Dahulu dengan sulitnya ditemui orang dengan ID *yang setidaknya* terlihat seperti aku, namun tampaknya sekarang ini bahkan anda bisa menemukan 'Androgini' ini dengan mudahnya.
"Andro" berarti laki-laki dan "Gyn" berarti perempuan. Androgini dapat diartikan dengan tidak adanya kecocokan peranan gender maskulin atau feminin dalam diri seseorang.


Androgini didefinisikan tidak terlihatnya perbedaan kentara antara peran maskulin dan feminin. Misalnya, seorang perempuan beramput pendek yang seringnya (kesehariannya) memakai kemeja atau jas ataupun item laki-laki lainnya namun tetap berpijak pada kodratnya [masih berlaku atau menyadari dirinya sebagai perempuan]. Walaupun terdengar 'freak' tapi itulah sedikit-banyaknya fakta yang menggambarkan diri ku ~_~ i feel comfy w that, for being who i rly am. it's ok to be a "freak". Penggolongan mengenai peran gender dapat di tes dengan 'The Bem Sex Role Inventory' yang awal mulanya nih dikembangan oleh psikolog Sandra Bem di tahun 1974. Tes itu menghasilkan pengklasifikasian apakah seseorang maskulin, feminin, androgini atau undifferentiated. Sangat gampang lah tentunya tau arti dari maskulin dan feminin, bukan? Jika kga tau, terlaluu~ Untuk pengertian androgini tadi dirasa sudah cukup jelas untuk pemahaman dasarnya, undifferentiated disini diartikan kebalikan dari androgini. Undifferentiated memiliki 'lack of masculinity or feminisme'. Sebagian dari Androgini tersebut merasa dirinya berada di ambang atau tidak punya gender.

Diketahui bahwa ketertarikan seksual dan androgini mempunyai kaitan yang cukup erat. Umumnya orang androgini mempunyai daya tarik yang dapat menarik hati laki-laki ataupun perempuan, membuat mereka dikagumi atau disukai. Beruntungnya nih ya bagi kalian yang androgini tulen *ceileh*, kalian bisa saja sangat mempesona di mata banyak orang. Karena kalian dirasa unik, dan sangat nyaman jika seseorang memiliki sebuah hubungan dengan kalian. Kalian lebih bisa menerima sesuatu dan bersikap netral dalam hidup, ringkasnya kalian elastis [dalam kata yang lebih normal adalah fleksibel]. Sandra Bem mengutarakan bahwa orang-orang androgini adalah orang yang adaptif, mudah mengikuti alur lingkungan di sekelilingnya selama diperlukan dalam berbagai situasi. Mereka dapat bertindak tegas atau ramah, kaku atau lembut, suka tantangan atau lebih suka perlindungan dan sebagainya. Banyak juga orang terkenal *terlebih lagi zaman sekarang* yang merupakan androgini. Cek saja David Bowie, Cyndi Lauper, Elton John anda bisa melihat fashionnya yang 'obviously contrast, clashing, mishmash'.

(warning: bedakan lah orang yang memang pada dasarnya pribadi androgini dengan orang 'alay' yang sok-sok bereksperimen dengan fashion ataupun orang 'sok gaul' yang hanya ikut-ikutan trend !)

Tak bisa dipungkiri banyak fenomena androgini yang meingkat mulai muncul di zaman sekarang *ntah itu asli atau tiruan =_=*. Lihat saja 'Androgini Masa Kini' di belahan bumi Asia. Jikalau anda bukan seorang K-Pop Lovers namun anda sendiri tau kan bagaimana style yang merambah di Korea sana dan menjadi demam di negara lainnya. Artis androgini zaman sekarang yang tentunya kalian tau adalah Adam Lambert ~_~ Tentunya pribadi androgini ini mempunyai kreatifitas yang lebih tinggi daripada umumnya, banyak orang intelektual yang merupakan androgini. Namun banyak juga yang meyakini tidak adanya hubungan antara kecerdasan (IQ) dengan kreatifitas orang-orang androgini. Di tahun 1980, Weinstein dan Bobko mengutarakan IQ memiliki hubungan dengan kreatifitas, namun sayangnya kepercayaan itu tidak bertahan lama. Kemudian tahun 1981, Harrington dan Anderson menemukan bahwa laki-laki androgini  atau androgini yang ke arah maskulin punya sisi yang lebih kreatif. Dalam bidang sastra ataupun teater orang-orang androgini lebih bisa berekspresi dan kreatifitas yang tinggi daripada pada umumnya. Dengan cara pikir atau kognitif, pengontrolan emosi serta adaptifitas orang-orang androgini, mereka pun dapat terjun di berbagai bidang pekerjaan.


Sumber: Kaufman, Scott Barry, 2009.  From George and Lennox to Gaga and Lambert: Androgyny, Creativity and Pop Culture. Sumber: Gershaw, David A. Homework Help: Social Studies: Psychology: ANDROGYNY: Masculine & Feminine.

× 『rui@96yR』【butterflyuu】 ×

Komentar